Search This Blog

***Selamat Datang, Mari Bersama Wujudkan Indonesia Berswasebada Pangan BENIH JAGUNG HIBRIDA ASIA 1, ASIA 92, NUSANTARA, PRIMA, JAYA* Sygenta, Dupont, MKD, Mosanto, Basf***

Wednesday, 24 November 2010

AHSTI

AHSTI (ASIAN HIBRYD SEED TEHNOLOGY INDONESIA) adalah perusahan yang bergerak dalam bidang benih jagung hibrida dan tanaman pangan lainnya :
MISI
Menjadi Perusahaan Yang Memiliki Keunggulan Dalam Benih Jagung Hibrida dan Tanaman Pangan lain Yang Memiliki Keuntungan

VISI 
Menciptakan benih jagung hibrida yang memiliki potensi hasil yang tinggi, memiliki daya tahan terhadap penyakit sehingga turut menysejahterakan petani
Memuaskan pelanggan dengan menyediakan benih jagung hibrida yang memiliki keunggulan serta menguntungkan
Mengembangkan sumberdaya manusia yang memiliki keunggulan dalam bidangnya
Membantu pemerintah dan lembaga perorangan dalam mengembangkan jagung hibrida

ASIA 92

Jagung ASIA 92 Merupakan Produk Jagung Hibrida Sulawesi yang memiliki misi menyediakan benih jagung hibrida yang memiliki keunggulan dan daya produksi tinggi, beradaptasi luas sehingga mampu memberikan keuntungan petani. Ada Keunggulan ASIA 92 sehingga mampu membahagiakan petani adalah :
  1. Daya tumbuh 95%, Populasi menjamin produksi, Bagaimana mungkin jagung berhasil besar jika daya tumbuhnya kurang???
  2. Tumbuh sangat seragam, baik pertumbuhan dan tongkolnya.
  3.  Tahan penyakit baik bulai ataupun busuk batang, hal ini menjamin petani panen
  4. Hasil rata-rata pertongkol adalah 248 gram per tongkol sehingga bila dikonversi hektar adalah 16 Ton pipil basah (245 gram x 66.666).
  5. Rendemen 76 % bila dikonversi kehektar adalah 12, 1159 Ton pipil kering kadar air 15-17% (76% x 16 Ton)
  6. Panen hanya 90 hari, hal ini memberikan keuntungan :
  • Modal cepat kembali sehingga pengorbanan waktu petani tidak begitu lama. bertanam jagung harus dianggap sebagai suatu industri dimana perhitungan kembalinya modal harus di perhitungan, hal ini penting dikarenakan semakin cepat waktu panen maka semakin sedikit pula pengorbanan petani sehingga semakin cepat pula perputaran modal.
  • Panen daun masih hijau, hal ini mengguntungkan petani karena bisa untuk makan ternak. Sekali dayung 2 pulau terlewati.
  • Petani bisa menanam 4 kali setahun.
  • Tunggu apalagi, jangan lewatkan keuntungan JAGUNG ASIA 92!!!!
    ASIA 92 PANEN CEPAT, PRODUKSI MENINGKAT, PETANI UNTUNG!!!!
    Di butuhkan Mitra Penyalur untuk Seluruh Indonesia : hubungi Subarkah 081327641595. 

Friday, 22 October 2010

bio SUPER Tahukah Anda??

PUPUK ORGANIK CAIR BIO SUPER
Pupuk Organik Cair Bio Super
Menyuburkan tanah dan tanaman. Cocok untuk semua jenis tanaman.

Pupuk organik ini juga meningkatkan hasil panen secara signifikan
terhadap tanaman padi, jagung, kacang, karet, jati, mangga, dll.

Terbuat dari bahan2 alami pilihan ( bukan dari bahan sampah, kotoran/ urine hewan atau sejenisnya) .
Bermanfaat bagi tanaman berupa :

1.
Memacu dan mempercepat pertumbuhan akar, tunas, daun (masa vegetatif),
pembungaan, pembuahan, dan pengumbian (masa generatif) sehingga daun
lebih lebar dan hijau, memperbanyak bunga serta bakal buah.
2. Tidak meninggalkan residu yang membahayakan bagi kehidupan.
Telah
diuji di laboratorium dan teruji di lapangan. Telah diuji-tanding
dengan berbagai merek pupuk yang beredar di pasaran, terbukti bio-SUPER
jauh lebih unggul.

Cara pemakaian bisa disemprot atau disiram, dosisnya 1 tutup botol untuk 5 liter air
Harga:Rp 400rb / dus (grosir, harga agen)


Kemas & Pengiriman:500 ml, per dus isi 20 botol
Keterangan:Menyuburkan tanah dan tanaman. Cocok untuk semua jenis tanaman.
Meningkatkan hasil panen secara signifikan terhadap tanaman padi, jagung, kacang, karet, jati, mangga, dll.

Terbuat dari bahan2 alami pilihan ( bukan dari bahan sampah, kotoran/ urine hewan atau sejenisnya) .

Saturday, 16 October 2010

MENGENDALIKAN PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG, GUNAKAN BENIH ASIA 1

bulai jagung  
Salam pertanian. Para petani tanaman jagung sering dibuat gelisah oleh adanya serangan penyakit bulai pada tanamannya. Beberapa cara pengendalian telah dilakukan namun sepertinya tidak membuahkan hasil yang maksimal. Sebenarnya bagaimanakah penyakit bulai ini?
Sebelum kita membahas tentang pengendalian penyakit bulai pada tanaman jagung sebaiknya kita ketahui dulu gejala dan penyebab penyakit ini. Gejala penyakit bulai di tanaman jagung diantaranya:
  1. Ada bercak berwarna klorotik memanjang searah tulang daun dengan batas yang jelas
  2. Adanya tepung berwarna putih pada bercak tersebut (terlihat lebih jelas saat pagi hari)
  3. Daun yang terkena bercak menjadi sempit dan kaku
  4. Tanaman menjadi terhambat petumbuhannya bahkan bisa tak bertongkol
  5. Tanaman muda yang terserang biasanya akan mati (umur tanaman dibawah 1 bulan)
  6. Kadang-kadang terbentuk anakan yang banyak, daun menggulung dan terpuntir
Penyakit bulai pada tanaman jagung bisa disebabkan oleh beberapa jamur diantaranya Peronosclerospora maydis, P.philippinensis, P.sorghi, P. sacchari, P.spontanea, P.miscanthi, P. heteropogoni, P.Sclerophthora macrospora, S.raissiae var zeae dan Sclerospora graminicola.
Pengendalian yang perlu dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini antara lain:
  1. Tidak menanam jagung didaerah dingin dan lembab
  2. Gunakan varietas tahan
  3. Penggunaan fungisida berbahan aktif metalaksil
  4. Tanam serempak
  5. Pergiliran tanaman beda famili
  6. Mencabut dan membakar tanaman jagung yang terserang bulai   

"Belum ada obat yang benar-benar efektif membasmi penyakit bulai pada jagung, tapi dengan benih ASIA 1 dapat relatif lebih tahan terhadap serangan,
Sementara untuk penjuaIan kedua benih jagung tersebut saat musim tanam tahun ini mengalami peningkatan 15%-20% dibandingkan tahun lalu dibulan yang sama. "Permintaan benih naik, karena memang terbukti lebih tahan terhadap serangan penyakit dan hasil produksi tinggi. Untuk harga benih jagung ASIA 1 dan Nusantara rata-rata mencapai Rp 250.000 per 5 kg," sebut Inoe
Sementara Dekan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area (UMA), Prof DR Ahmad Rafigi 71tntawi, menjelaskan, penyakit bulai yang berasal dari jamur Peronosclerosopra maydis banyak menyerang tanaman jagung hingga menimbulkan kematian hinggaa mencapai 100% pada tanaman memasuki usia panen.
Penyakit bulai kata Rafiqi sangat ditakuti para petani jagung. Sebab, meskipun tanaman dapat bertahan hidup setelah usia lima minggu, namun jamur masih tetap mengganggu dengan menyerang buah jagung hingga tongkol tidak berbiji lagi. Penyakit ini ditandai dengan daun berwarna putih atau ungu seat berusia seminggu, karena jamur menyerang pangkal daun hingga ujung den berubah warna atau klorosis.
la menje]askan, untuk mengantisipasi serangan penyakit, petani menanam jagung dengan menggunakan perlakuan benih (Seed Treatment) yakni menupakan racun jamur yang dicampurkan fungisida guna menghindari serangan penyakit. Tapi ini pun tergantung benih atau fungsisidanya palsu atau tidak. Untuk itu kita perlu melakukan penelitian tertebih dahulu.
Ditambahkannya, pencegahan penyakit pada tanaman jagung dapat dilakukan secara alami, yakni mengatur kelembaban lahan karena jika terlalu lembab, akan cepat berkecambahnya spora jamur, serta mengaturjarak tanam agar sinar matahari masuk dan sanitasi kebun di jaga dengan membersihkan rumput-rumput pada lahan

MENGENAL PUPUK HANTU

Pupuk Hantu, singkatan dari hormon tanaman unggul merupakan pupuk cair organik yang diperuntukkan bagi semua jenis tanaman. Pupuk Hantu dibuat dari tumbuh-tumbuhan sirih, brotowali, madu, lemak hewan dan beberapa zat lainnya.


Sebagai salah satu pupuk yang 100% organik, pupuk ini sangat bersahabat bagi lahan pertanian. Berbeda dengan pupuk kimia yang justru bisa merusak struktur tanah. Zat-zat yang terkandung dalam pupuk hantu antara lain: AUKSIN untuk memperbanyak akar dan mata akar, GIBRELIN GA7 untuk merangsang pengawetan buah secara alami, GIBRELIN GA3 untuk merangsang bunga, ZEATIN untuk mengurai hara dan SITOKININ/KINETIN untuk merangsang vegetatif/tubuh/batang secara ekstrim.


Kemunculan Pupuk Hantu sungguh fenomenal. Bp jimmy selaku penemunya ditawari oleh beberapa negara untuk mengembangkan pertanian disana tapi menolak. Beliau lebih tertarik untuk mengembangkan pupuk yang sudah mendapatkan izin dari Deptan PPI No 753/58.130/A.10/2/2009 ini di indonesia.


Adapun testimoni dari petani yang sukses sebagai berikut:
Padi organik panen 14 ton/ha, musim berikutnya dlm 1 rumpun rata2 40 anakan (jember). Cabai tinggi 2 meter (blitar), gambas panjang 1.3 meter, bengkoang diameter 30 cm, buah naga 6 butir/sulur (bogor). Jeruk habis diserang CVPD tetap menghasilkan dgn hasil melimpah, singkong panen 170 ton/ha, sengon laut dan jati cepat bongsor (jember & pemalang).


Dan bagi teman2 yang ingin membuktikan keajaiban berikutnya dipersilahkan dengan gembira. Dan sampe saat ini sudah banyak petani yang mendapatkan pencerahan.

Friday, 8 October 2010

GAHARU, SI KAYU SETAN BERHARGA BERLIAN

Teknik Dan Cara Penyemaian Biji Gaharu

Teknik penyemaian ini bersifat relative, sehingga masih bisa menyesuaikan apabila ada cara lain. Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit gambaran.


Sebelumnya:
o Buah dikering anginkan sampai pecah sendiri
o Biji dipisahkan


Cara Penyemaian Biji Gaharu Dalam Bedeng Semai:
  1. Penyemaian bisa dibedeng semai atau dalam bak tabur
  2. Media semai : campuran pasir halus, kompos organik halus dan arang sekam padi dengan perbandingan yang sama, kedalaman penanaman 2 cm.
  3. Benih disemaikan, idealnya bedeng semai perlu diberi tutup plastik transparan atau sungkup, tujuannya untuk memberikan kondisi kelembapan yang sesuai sehingga intensitas penyiramannya bisa tiga hari sekali
  4. Benih akan mulai berkecambah setelah 10-15 hari disemaikan.
  5. Anakan tersebut dibiarkan tumbuh hingga menghasilkan 2-3 pasang daun dan tinggi mencapai 8-10 cm. Diperkirakan anakan dengan kondisi demikian sudah berumur sekitar 35-40 hari sehingga tidak mudah rusak jika dipindahkan ke dalam pollybag.


Kriteria bibit yang siap ditanam kelapangan (hasil ujicoba kami di plot penelitian):
  1. Tinggi 25 cm ke atas, bibit yang terlalu tinggi (1 meter) susah beradaptasi dengan lingkungan, sehingga cenderung mati.
  2. Bibit yang tinggi 25 cm, cenderung perakarannya bagus (belum tembus pollybag) sehingga kerusakan akar bisa diminimalisir. Akan tetapi sebaliknya bagi bibit yang tinggi (1 meter).
  3. Bibit sudah bercabang, kondisi bibit yang masih berbentuk pakis (belum bercabang) pertumbuhannya kurang bagus.
  4. Diameter bibit berkisar 0.6 cm 

Cara Budidaya Gaharu

Pemilihan Species
Aquilaria malaccensis, A. microcarpa serta A. crassna adalah species penghasil gubal gaharu dengan aroma yang sangat disenangi masyarakat Timur Tengah, sehingga memiliki harga paling tinggi.


· Lokasi Penanaman.
Gaharu dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 750 m dpl.


· Pola Tanam
Monokultur atau sistem campur (tumpangsari, atau agroforestry)


· Jarak Tanam
Jarak tanam 3 x 3 m (1.000 pohon/ha.), namun dapat juga 2.5 x 3 m sampai 2.5 x 5 m. Jika tanaman gaharu ditanam pada lahan yang sudah ditumbuhi tanaman lain, maka jarak tanaman gaharu minimal 3 m dari tanaman tersebut.


· Lubang tanam
Ukuran lubang tanam adalah 40 x 40 x 40 cm. Lubang yang sudah digali dibiarkan minimal 1 minggu, agar lubang beraerasi dengan udara luar. Kemudian masukkan pupuk dasar, campuran serbuk kayu lapuk dan kompos dengan perbandingan 3 : 1 sampai mencapai ¾ ukuran lubang. Kemudian setelah beberapa minggu pohon gaharu, siap untuk ditanam.


· Penanaman
Penanaman benih gaharu sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan di pagi hari sampai jam 11.00, dan dapat dilanjutkan pada jam 4 petang harinya.


· Pemeliharaan
Pemupukan dapat dilakukan sekali 3 bulan, namun dapat juga setiap 6 bulan dengan kompos sebanyak 3 kg melalui pendangiran dibawah canopy. Penggunaan pupuk kimia seperti NPK dan majemuk dapat juga ditambahkan setiap 3 bulan dengan dosis rendah (5 gr/tanaman) setelah tanaman berumur 1 tahun, kemudian dosisnya bertambah sesuai dengan besarnya batang tanaman. Hama tanaman gaharu yang perlu diperhatikan adalah kutu putih yang hidup di permukaan daun bawah, bila kondisi lingkungan lembab. Pencegahan dilakukan dengan pemangkasan pohon pelindung dan pruning agar kena cahaya matahari diikuti penyemprotan pestisida seperti Tiodane, Decis, Reagent., dll Pembersihan gulma dapat dilakukan sekali 3 bulan atau pada saat dipandang perlu.


Pemangkasan pohon dilakukan pada umur 3 sampai 5 tahun, dengan memotong cabang bagian bawah dan menyisakan 4 sampai 10 cabang atas. Pucuk tanaman dipangkas dan dipelihara cukup sekitar 5 m, sehingga memudahkan pekerjaan inokulasi gaharu.

VIRTAKO FROM SYGENTA

Nine insecticides, namely, imidacloprid, thiamethoxam, chlorantraniliprole, clothianidin, pymetrozine, ethofenprox, BPMC, endosulfan, acephate, and the product Virtako® (Syngenta; chlorantraniliprole 20% + thiamethoxam 20%) were tested to determine their toxicity to the parasitoid Trichogramma chilonis using an insecticide-coated vial (scintillation) residue bioassay. All the insecticides tested showed different degrees of toxicity to the parasitoid. Thiamethoxam showed the highest toxicity to T. chilonis with an LC50 of 0.0014 mg a.i. l −1, followed by imidacloprid (0.0027 mg a.i. l −1). The LC50 values of acephate and endosulfan were 4.4703 and 1.8501 mg a.i. l −1, exhibiting low toxicity when compared with other insecticides tested. Thiamethoxam was found to be 3,195, 1,395 and 1,322 times more toxic than acephate, chlorantraniliprole and endosulfan, respectively, as revealed by the LC50 values to T. chilonis. Based on risk quotient, which is the ratio between the field-recommended doses and the LC50 of the beneficial, only chlorantraniliprole was found to be harmless to T. chilonis. The insecticides thiamethoxam, imidacloprid, Virtako®, ethofenprox and BPMC were found to be dangerous to the parasitoid. Since T. chilonis is an important egg parasitoid of leaf folders, reported to reduce the pest population considerably and often released augmentatively in rice IPM programs, the above noted dangerous chemicals should be avoided in the rice ecosystem.